Thursday, November 27, 2008

gelas dimeja..


its hurt..
t-u-j-u-h tahun..
gak terasa, baru kemaren gw itung-itung. udah selama itu ya, we almost share everythings. laugh, tears, love and of course life stories. berdiri untuk saling menguatkan, tertawa membagi cerita, bermimpi akan dunia dan berbagi pelukan saling menghangatkan..
dulu sekali, semua tahu, pintu ini tertutup. perlahan tapi pasti aku berlalu dari mipi buruk itu. tapi kemarin..
mimpi buruk itu kembali, worst.
bukan, bukan masalah seberapa banyak yang hilang atau selama apa bisa dikembalikan. ini masalah kepercayaan. sudah hilang. nggak ada lagi. getir.
kata itu terhapus.. persahabatan.

seperti gelas kosong enteng yang jika terus dipegang bisa menjadi beban, taruh gelasnya dimeja maka bebannya akan hilang. masalah layaknya gelas, kalau terus dipikirkan hanya akan memberatkan hidup, taruh dan serahkan ke Allah maka hidup jadi lebih ringan.

asumsi

Lagi bete dengan ‘asumsi’ atau istilah gampangnya opini yang seenaknya dilontarkan tanpa dipikir lagi. Gak ganggu sih tapi bikin males, gini nih kalau cuma dapet dari satu sumber (emang ada sumbernya?? Kayanya sibuk mengartikan sendiri..ugh!). Coba diliat dulu masalahnya, infonya harus jelas jangan tiba-tiba komentar, bukannya mencairkan masalah malah bisa jadi sumber masalah. Bikin kuping yang denger merah dan marah. Ah biarlah, mungkin dia butuh pendidikan kehidupan yang lebih tinggi dari sekedar gelar sarjana. Udah ah, pingin membenahi hidup yang makin hari terasa makin kusut. Mudah-mudah gak jadi busuk (aduh bahasa gw kasar banget deh).
Masih tentang asumsi, kalau dikaitkan ke dunia gw (kesannya dunia gw kaya gimana gitu ya?). Masuk dikit ke pembahasan tentang iklan nih, kayanya menarik kalau dibahas lebih lanjut tentang asumsi. Sebenernya apa sih yang dijual orang iklan? Produk? Jasa? Nope! Kami menjual ‘asumsi’ bahasa kerennya awarness.
Well, menurut KBBI Daring, asum•si n 1 dugaan yg diterima sbg dasar; 2 landasan berpikir krn dianggap benar; meng•a•sum•si•kan v menduga; memperkirakan; memperhitungkan; meramalkan.
Menjadikan penikmat iklan (hehe, emang ada ya??) dalam hal ini konsumen berasumsi tentang brand/produk yang kita jual. Asumsi yang seperti apa? ya tergantung target yang mau digaet (masa oloh! Bahasa kupiriter). Ada yang dengan memakai brand A akan jadi gagah atau produk C menjadikan anak lebih pintar. Yang jelas, pengiklan harus bisa membuat konsumen yakin akan asumsi yang ia miliki sampai akhirnya ada motif (baca: keinginan untuk mencoba) dan sukur-sukur (depends pada bagus tidaknya produk) bisa jadi top mind awarness. Bedanya kalau ‘asumsi’ sendiri terjadi karena kurang informasi atau sok-tau sendiri, nah kalau membuat asumsi pada iklan berdasarkan informasi yang memang dicari (sebanyak mungkin kalau bisa). Semakin banyak data tentang konsumer behavior atau yang biasa kita dengan muka berbinar bilang ‘ini nih insightnya!!’ maka semakin dekat kita dengan target, artinya semakin mungkin konsumen menangkap ‘perangkap asumsi’ yang kita suguhkan.

Ya kira-kira gitu deh..
Ilmunya anak kecil yang masih pentil dan suka ngupil (halaaaah!!)

Tuesday, November 25, 2008

poto es cim




having photo session for print ad. ada es krimnyah!! (lah emang es krim yang dipoto)
*dalam khayalan gw the photo session will be like this*
gw: mas, esnya meleleh tuh
(kru ngeganti es krim, gw ngikutin dari belakang)
gw: mas, jangan dibuang, mubazir, sinih buat saya ajah (hahhaha.. nyam2)
terus dan terus begitu.. hihi

sluruuuuup..aaaaaahh!!

Monday, November 24, 2008

17 lagi mendung

Bukan, postingan ini bukan tentang cuaca Jakarta yang lebih sering gak jelas dan cendrung bikin perut mulas (rime yang aneh). Lagian, langit dari lantai 17 lumayan berawan, cerah dan bagi sebagian orang bisa jadi sumber penghidupan.
Ini tentang bagaimana sulitnya menghakhiri dibanding memulai, beratnya menyelesaikan, melupakan dan keep it on the right way.
Ternyata setelah sampai dalam fase ini, setelah belajar menerima dan membuka mata hati, baru sadar kalau keputusan bukan hanya sekedar ucapan. Ada janji yang perlu pembuktian, bukan hanya selebar omongan. Belum memutuskan untuk benar-benar pergi, mungkin masih ingin melihat harapan. Yang jelas mata, hati dan telinga serta seluruh indera ini sudah melihat, mendengar, merasa dan mengecap. Proses yang tadinya sengaja atau tidak dilupakan dan ditinggalkan.
Semalam, semua resmi ditutup, dan mendadak semua menjadi redup.
Pagi ini mendung, seakan ikut murung.
Begitu saja...

sedikit dari JGTC

Ternyata Depok kurang berbaik hati atau mungkin emang lagi gak enak hati (apa seh??). Ini ringkasan acara JGTC yang bisa dibilang ancur betul (in my version ya). Janjian sama tile si manusia berhidung panjang yang lidah dan mentalnya cacat (hehe lop u pul le!!). Duduk berdua depan danau, mulai dari ketawa-ketawa sampe akhirnya bengong gak jelas kaya dua manusia jelata yang ditelantarkan Tuhan (si cupid kemaren gak keliatan, mungkin dia lupa nembakin panahnya ke kita atau emang kulit kita udah badak banget? Jadi panahnya mental mulu, Hihi). Nelpon orang-orang gak jelas (benci deh nunggu.. bikin hidup jadi gak jelas jam-jam segitu!!).
Akhirnya begundal-begundal itu datang, mari menggila kawan!
Ketemu cowok cakep yang kelakuannya bikin ngelus dada, omes (cakeeebb yaaa, haha) trus tergila-gila sama mas botak yang maen bassnya ajib banget, huhu.
Dan semuanya kacau gara-gara ujan, yup! Depok kan kacau banget kalo pas ujan. Semua sibuk menyelamatkan diri+barang, gw mah sibuk poto2 (dasar anak setan!), si cece sibuk kentut (inih lebih setan!!), yang laen sibuk dempet-dempetan neduh (kesempatan emasnya tile, hajar bleh! haha).
Setelah semua sumpah serapah dilontarkan ke panitia (‘bego nih gak pake pawang’ ‘mampus nyapu2 deh lo tengah malem’ ‘kaki lo cocok buat iklan citra deh moo’ moyong!!) ujan udah mulai reda, nyanyih lagi kitah. Gw termehek-mehek denger lagu-lagunya. There’re damn good!!
Nge-jam gila-gilaan, feel the music and spirit all around.. wondering gimana kalo john legend numpang maen disana ya, gw akan segila apa tuh?
Abis kena ujan kepala udah gak kompak, tapi tetep stay nunggu the groove reunion (sebenernya mau maliq juga cuma malem banget) dan it worth!!
Ke bayar deh, menyenangkan, crowdnya asik. Puaaaaaaaasss!!!!!
Yang bikin happy banget ya 2 cecunguk sahabatkuh tercintah, mput n cece.
Spending more time with u both make me completely crazy, hehe. Tile yang sudah membuka mata hati (omongan lo bikin gw sedih sekaligus ngasih liat yang selama ini gw lupa atau sengaja di-skip.. bismillah ya le, gw mau mulai lagi) kacrut dengan SLRnya yang bikin gw bertekad nabung (yeah nabung, susah amat ya??)
Over all, JGTC not really good if there aint you guys!
Gak megaaaaang gimanaaaaaa gitu.. hahaha.


PS. Poto2nya nunggu kacrut dan mput upload yaaa