Thursday, December 1, 2011

Halo Dec!

Today December comes.
Lil bit too early I guess, or maybe me haven't ready to meet them.
A month left for all dreams, resolutions, obsessions or whatever you name it.
I've almost pass this tough year, when all hope are blown away, heart and mind blaming each other, and wishing to be killed but can live longer. I don't know.
December, like a gate of a long dream I suppose leave long time ago.
I'm so lost.

After December where should I go? Which arm could I take or whose eyes would say things gonna be okay? I don't know.

Nothing can made someone wiser than problem, heartbreak or lost.
Keep moving, I said to my self.
What should I afraid from 30days when I've pass 335 hard ones?

December has come, another life and chance has arise, why should I still bother of unknown feeling called pass?

Thank you for coming early Dec, shall smiles and warm hugs of beloved people run over me. :)

Saturday, October 15, 2011

bukan titik merah dan aku menyerah

Hai Tuhan, apa kabar? Ah pasti engkau selalu baik-baik, iya kan?
Boleh aku minta sesuatu? Oke, mungkin aku terlalu banyak meminta, tp paling tidak bisakah ajari aku untuk berdamai dengan diriku?
Berdamai dengan masa lalu yang ku bangun dengan keyakinanku sendiri, dan lalu hancur karena waktu.
Berdamai dengan ambisi-ambisi yang memenuhi dan menjadi beban pikiranku selama bertahun-tahun.
Berdamai dengan cinta lama yang tak pernah bisa aku tuliskan lagi karena ternyata akhir indah hanya ada di negeri dongeng.
Berdamai dengan phobia-phobia yang membuatku berteriak dan berlaku gila saat mereka merangkak lalu mencekam jiwa kecilku.
Berdamai dengan kenangan-kenangan yang membuatku jatuh menggigil dan berderai saat mengingatnya.
Berdamai dengan sudut pandang manusia yang berhasil membuatku merasa tidak berguna bahkan selalu salah.
Berdamai dengan kematian yang kadang beritanya datang terlalu dekat, dan membuatku membencimu walaupun hanya sesaat.
Berdamai dengan ketakutanku atas masa depan yang aku tulis sendiri dan seringkali datang mengendap-endap dalam mimpi tenangku.
Berdamai dengan dunia yang semakin tak ramah, atau akulah yang telah menjadikannya begitu? Entahlah.

Tuhan, aku ingin genjatan senjata.
Ketika nanti saatnya aku kembali ke beranda tepat di belakang sana, duduk bermanja dengan mentari, tersenyum dipeluk angin dan bercerita pada bintang-bintangMu.
Aku rindu padaMu, rindu..

Tuesday, October 11, 2011

jawaban tidak pernah terlambat




everybody hurt, its okay to feel afraid

bukan jawaban dari doa yang datang terlambat
tapi hati dan insting yang menolak merasa
jiwa yang takut akan sebuah nyata

buka mata hati telinga
jauh disana
mungkin tidak sejauh yang dikira
sebuah asa menunggu sejak lama untuk terjadi

Monday, October 10, 2011

wish the wish to unwishing

there was a time i wish to disappear
but then back in hope to be seen

i dont know what i'm

when a dream will be kept as a dream
then praying it could be happen as a real one

then lost my faith in every pray

till i meet a stranger, as nice as you
and thought will be the end of journey i had
i was wrong at that time..
try to find way back, but you wasnt there
i found a path you've left
follow it

had a grateful smile meet you again, but
i saw you've tied a bond

big girl never fall in any surprise

and i ask you to go and keeping the bond
now i wish never did it

i still dont know what i'm

maybe you, maybe not
it is us, or just me and the silent

life goes too hard to solve, and its gonna be harder without you





-me-
the one pretending unknown

Thursday, July 7, 2011

lembar buku itu kamu

seberapa pun manis,
getir atau pahit sekalipun
bahkan hambar
masa lalu seperti layaknya halaman buku
tidak peduli sekeras apa mempertahankan kesuksesan dan harapan saat itu
atau mencoba menghapus segala kesedihan di dalamnya
saatnya ia berganti,
maka kamu akan membaliknya dengan halaman baru
hidup baru
cerita lain
yang mewarnai perjalananmu hingga akhir cerita kehidupan
kamu, ada di halaman-halaman belakang
halaman yang harusnya sudah lama ku tinggalkan
namun tak pernah kuasa ku biarkan jari-jari ini tidak menandaimu walaupun mata ini telah jauh bergerak
membaca kisah lain
merakit gambaran baru
jari ini masih terus menandaimu
akhir ceritaku hampir habis
dan tolong biarkan tangan ini utuh menutupnya
menutup kisahmu
karena berkali-kali aku coba kembali ke dalam cerita itu
dan berkali lagi aku tahu, itu ceritaku tentangmu, bukan kita
ini bukuku, kehidupanku
dan aku ingin kisah petualangan baru...